Showing posts with label asik sekali. Show all posts
Showing posts with label asik sekali. Show all posts

Tuesday, December 11, 2012

life is what happens to you while you're busy making other plans

Pernah dengar kata-kata itu? John Lennon yang pertamakali mengatakannya. Membuat bingung atau setuju dengan isinya?

Akhir-akhir ini saya banyak berpikir dan berencana. Mungkin khas mahasiswa yang baru lulus. Pertanyaan-pertanyaan klise seperti, "Habis ini saya harus melakukan apa? Saya ini memiliki kompetensi untuk melakukan apa? Pekerjaan apa yang bisa sesuai dengan passion tapi juga bisa mengembangkan saya? Bagaimana saya akan melewatkan hidup saya? Apa tujuan akhir saya?"

Lalu saya mulai membuat rencana-rencana. Saya kurang menikmati hari-hari saya karena saya sibuk dengan rencana yang "sempurna". Saya tidak suka dengan keadaan saya sekarang.

Kemudian saya ditantang oleh hidup. Rencana saya tidak berjalan lancar. Saya bingung. Saya sudah mengorbankan perasaan dan waktu saya untuk membuat rencana, dan ternyata rencana saya tidak berjalan. Lebih buruk lagi, saya kehabisan rencana. Saya juga bingung harus melakukan apa, karena ternyata saya tidak dalam kondisi seperti yang saya pikir sebelumnya. Saya bingung apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya.

Saya belajar. Saya saat ini bekerja dikelilingi buku-buku, membaca dan menulis. Saya sampai pada buku-buku tertentu yang membuat saya berpikir ulang tentang hidup saya. Juga kata-kata dari dosen saya, "Kamu sebenarnya sudah tahu apa yang kamu inginkan. Kamu sebenarnya sudah lihat passion dan bakat kamu. Kamu cuma ragu." Lalu saya ingat juga, kata-kata dari sebuah buku yang saya baca, "Nasihat kamu perlukan ketika kamu sebenarnya sudah tahu apa yang kamu inginkan tapi kamu takut dengan apa yang kamu inginkan."

Akhirnya, saya berpikir, iya juga. Saya sudah terlalu lama menunggu didatangi pekerjaan yang sempurna, menunda semua rencana-rencana saya untuk saya lakukan nanti, rencana-rencana besar yang saya pikir "ada di depan sana". Bukan sekarang. Karena sekarang saya masih kurang ini, kurang itu. Saya butuh ini, butuh itu. Tulisan, pekerjaan, proyek sosial.

Saya juga meninggalkan hal-hal yang sudah ada di depan mata, yang saya nikmati, hanya karena saya takut berbeda dengan orang kebanyakan. Saya ingin jalan yang sama, yang aman, dimana saya tidak akan jadi menonjol atau dipertanyakan. Saya takut kesulitan-kesulitan yang akan muncul kalau saya memulai rencana itu. Saya mempersyaratkan adanya hal-hal tertentu untuk memulainya.

Tapi apa saya ingin jadi orang seperti itu? Apa kamu ingin jadi orang seperti itu? Apa hidup ini cukup untuk menunda mimpi dan berhenti berusaha hanya karena fasilitas tidak ada di depan mata?


Baru malam ini saya merasakan lagi kesenangan yang sudah lama tidak mendatangi saya. Sesuatu yang biasanya tidak saya lakukan karena saya terlalu terobsesi pada kesempurnaan dan rencana-rencana, tapi takut pada eksekusinya, takut kalau saya tidak cukup mampu untuk melakukannya.

Simpel. Saya memutuskan bahwa saya tidak usah menunggu orang lain. Saya hanya cukup melakukan yang terbaik dalam apa yang saya senangi, dan mulai membangun mimpi saya dari apa yang saya punya sekarang. Saya akan tetap bisa jadi orang yang saya inginkan, saya akan memulai segalanya dari hal yang sederhana. Sekarang. Peduli amat kalau gagal. Yang penting saya menikmati setiap momennya.

Ada hal-hal di depan sana yang mungkin atau tidak mungkin terjadi pada saya. Tapi di depan saya sekarang adalah kertas dan pensil, dan itulah yang biasanya bisa menjadi satu-satunya alat saya, saat itu, dengan segala kesempurnaan dan kekurangannya, untuk membentuk hal-hal yang ingin saya buat. Ada pekerjaan yang mungkin bukan pekerjaan yang ideal untuk saya, tapi saya bisa belajar banyak darinya untuk masa depan. Saya ingin coba menikmatinya sebagai langkah kecil menuju yang saya inginkan.

Hidup akan terus berjalan dan saya tidak bisa terus menunggu. Semua perjalanan dimulai dari diri sendiri. Sekarang. Setiap detiknya. Saya mengganti kutipan-kutipan di kepala tentang bagaimana hidup seharusnya atau tentang kesempurnaan.

Peduli amat dengan apa yang akan terjadi nanti. Kutipan saya sekarang adalah,


...saya berdoa siapapun yang membaca ini juga bisa melakukan apa yang dia inginkan saat ini, sekecil dan sesimpel apapun, dengan segala kondisi dan kekurangannya.

Sori kalau terlalu serius atau sotoy. Ingin sharing aja :))

Monday, December 10, 2012

Basa-basi

"Halo! Pertamakali bikin blog nih! Masih malu, jangan disalah-salahin ya. Kenalin, namaku Farida..."

Nope. Nggak akan bilang begitu, karena bohong. Saya sudah pernah punya blog di penyedia layanan blog sebelah (hint: yang ada fasilitas reblognya dan banyak gif-gif aneh). Tapi entah kenapa blog itu terasa sepi. Orang susah memberikan komentar. Saya ingin dikomentari. Dicaci. Dimaki. Dipuji. Sesukanya saja.

Blognya juga terlalu unyu (kalau istilah ini masih dipakai). Saya sekarang sudah makin besar. Malu sama umur.

Mau ganti konten juga. Di sana rasanya isinya terlalu serius dan galau. Saya akhirnya memutuskan ingin bersenang-senang saja di blog ini. Mungkin hal-hal paling tidak penting akan kamu temukan di sini. Mungkin saya akan mendaftar film-film yang penjahatnya tidak mati atau semacam itu. Maksudnya, apa itu bisa membantu masyarakat menjadi lebih baik? Peduli amat.

Tapi mungkin kadang-kadang saya ingin berbicara hal yang penting juga. Saya akan melabeli post-post semacam itu dengan "pretentious scumbag mode: on". Saya mau review buku-buku atau musik atau tempat yang saya suka juga dengan pendapat yang mungkin bikin orang ingin jitak saya. Biarkan saja mereka, mereka tidak tahu kita, makhluk-makhluk luar angkasa. Apa lagi.

Untuk yang tertarik dengan kehidupan cinta saya (nggak ada yang tertarik, saya tahu), saya juga akan cerita saya sedang menggebet siapa. Kalau kelepasan. Kalau nggak kita ngobrol langsung saja, gosip-gosip asik, biar lebih intim. Apa lagi.

Blog ini dinamai dengan bagian yang paling bikin saya geli tiap menyebutkan alamat rumah saya. Kaveling 58. Farida dari Kaveling 58. Terasa seperti negara sendiri, dengan sistem pemikiran, budaya, dan politik sendiri. Memang iya. Saya suka rumah saya dan sistem anehnya. Kaveling sepertinya dari bahasa Belanda, tapi artinya katanya sebuah tempat yang disediakan untuk membangun sesuatu. Cocok lah. Kita bangun mall di blog ini dengan kata-kata. Atau sekolah rakyat. Atau kafe bergaya Eropa. Atau toko kue (dengan typo yang disengaja seperti 'Horin Bakry' hanya karena pengucapan kata Bakry lebih terkenal di Indonesia daripada Bakery).

Saya kira cukup kiranya saya menghabiskan waktu Anda untuk membaca post pertama yang mengubah hidup Anda ini. Saya akan menemui Anda lagi secepatnya dengan post-post lain. Jangan lupa follow dan berikan komentar atau request tentang apa yang harus kita bangun di blog ini. Atas perhatian Anda, saya ucapkan terima kasih. Pembicaraan lebih lanjut tentang persyaratan serta interview untuk posisi yang saya lamar ini akan saya tunggu (kebanyakan bikin surat lamaran).

Karena kesabaran Anda dalam membaca post ini, saya akan kasih hadiah.



Tadaa. Tom Hardy yang lagi... entahlah lagi ngapain. Ini pose yang absurd.